Senjata Tradisional Suku O'hongana/Tugutil


O'hongana Manyawa Manga O'toimi Ma Doto

Senjata tradisional merupakan produk budaya yang lekat hubungannya dengan suatu masyarakat. Selain digunakan untuk berlindung dari serangan musuh, senjata tradisional juga digunakan dalam kegiatan berladang dan berburu. Lebih dari fungsinya, senjata tradisional kini menjadi identitas suatu bangsa yang turut memperkaya khazanah kebudayaan nusantara.
Zaman dahulu panah merupakan alat bantu manusia untuk mendapatkan makanan dengan cara berburu. Panah juga difungsikan sebagai alat peperangan jarak jauh yang efektif. Di Halamhera ada sebuah suku yang masih menggunakan panah sebagai alat berburu yaitu o'hongana manayawa (tobelo dalam) atau masyarakat mengenal mereka sebagai orang tugutil.
Kita ketahui bersama bahwa kehidupan o'hongana manyawa sesungguhnya amat bersahaja. Mereka hidup dari memukul sagu, berburu babi dan rusa, mencari ikan di sungai-sungai, di samping berkebun. Mereka juga mengumpulkan telur megapoda, damar, dan tanduk rusa untuk dijual kepada orang-orang di pesisir. Kebun-kebun mereka ditanami dengan pisang, ketela, ubi jalar, pepaya dan tebu.
Namun karena mereka suka berpindah-pindah, dapat diduga kalau kebun-kebun itu tidak diusahakan secara intesif. Dengan begitu, sebagaimana lazimnya di daerah-daerah yang memiliki suku primitif, hutan di daerah ini tidak memperlihatkan adanya gangguan yang berarti.

Saat pergi berburu, anak panah disimpan di dalam sebuah wadah yang terbuat dari bambu. Wadah tersebut berbentuk tabung dan diberi tutup, sementara pada bagian sisinya diikatkan ranting pohon yang cukup kuat. Ranting tersebut berfungsi untuk mengaitkan wadah ke ikat pinggang atau diikat dibelakang bahu orang yang membawanya. Satu wadah tersebut mampu menampung hingga puluhan anak panah.
Selain digunakan sebagai senjata dalam berburu, panah juga menjadi simbol perlawanan masyarakat Halmahera Utara (Tobelo dan Galela) terhadap penjajahan Portugis dan Belanda.

Dalama bahasa Tobelo anak panah disebut "O'toimi" sedangkan busur panah disebut "O'toimi ma ayo"


Mengenai tipe-tipe panah yang digunakan oleh suku Tobelo dalam dapat kita temukan pada koleksi Museum Sejarah Alam Peabody di Universitas Yale Jurusan Antropologi (Amerika Serikat) yang sedikit mengulas tentang tipe panah suku Tobelo dalam.


Ada 3 (tiga) tipe panah yang digunakan oleh suku Tobelo dalam:
  1. Panah untuk berburu babi hutan dan rusa (Tobelo; O'toimi ma doto)
  2. Panah untuk berburu burung (Tobelo; O'toimi)
  3. Panah ikan (Tobelo; Jubi-jubi/Toimi ma nao)

Anak panah yang digunakan untuk berburu babi hutan dan rusa berukuran (panjang) 46 1/4 '(143cm). sedangkan busur panahnya berukuran 78 1/4 '(199cm)Anak panah yang digunakan untuk berburu burung berukuran (panjang) 58 1/2 '(148.5cm). sedangkan busur panahnya berukuran 64 3/4 '(164.5cm)Anak panah ikan yang digunakan dilaut berukuran (panjang) 100cm. sedangkan ketebalan anak panah 5 mm.
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan panah semua diambil dari alam seperti serat kayu yang dijadikan sebagai tali serta kayu yang keras dijadikan sebagai busur panah dan bambu yang keras (bulu batu/auloto) yang dijadikan sebagai anak panah.
Suku Tobelo dalam adalah suku yang mahir menggunakan panah dalam catatan sejarah mereka juga digambarkan sebagai petarung yang handal ketika berperang seperti di catatat dalam buku (PDF) yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan RI dengan judul buku "Ternate Sebagai Bandar Jalur Sutra".
"Pasukan canga-canga yang terdiri dari laskar Halmahera bersenjatakan panah dan api beracun menaklukkan benteng Toluco, benteng Santo Lucia dan Santo Pedro (DPDKRI 1999:60)".
Hingga kini suku tobelo dalam masih mempertahankan dan melestarikan alat-alat tradisionalnya berupa panah dana jubi-jubi (panah ikan) sebagai bentuk keanekaragaman budayanya.
______________________________________________
Narasi oleh: Muhammad Diadi
Ket. Foto: Seorang pria Tobelo (O'hongana/tugutil) sedang memperagakan cara memanah, Halamhera Utara 1980.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Senjata Tradisional Suku O'hongana/Tugutil"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Bijak.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel