Cerita Singkat Suku Togale

Sejarah Canga 

Togale 1850-1874-1878

Awalnya orang tobelo dan galela adalah pelaut biasa aktivitas keseharianya hanya mencari ikan dan taripang yang menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan mereka, namun seketika pada tahun 1850 bangsa kolonial membentuk ekpansi dan merebut wilaya teritorial, sehingga orang tobelo dan galela merubah profesi dari nelayan menjadi canga (Bajak Laut),
dan di jelaskan lagi dalam diseetasi A.B Lapia orang darat (Moro dina) yang bersikap defensif, mereka berbalik menjadi pelaut yang agresif. Daerar operasi mereka menjankau sampai ke laut jawa dan bajak laut (Canga) tobelo galela juga terlibat dalam serang terhadap pulau baweang pada tahun yang sama oktober 1850,
Didalam peristiwa serangan Canga (bajak laut) di kisahkan dalam 71 Bait, dan jelas menyebut bahwa pelakunya adalah orang tobelo dan galela, negeri pantai di serang seperti sanggar, kore, wera dan sape, tetapi di negeri terakhir ini perompak mendapatkan serangan balasan dari darat karena sape mendapatkan bala bantuan dari kerajaan bima yang di pimpin oleh imam bima.
Adnan Amal pun menjelaskan dalam bukunya Maluku Utara Perjalanan Sejarah jilid 1 dan 2, bahwa pada abad ke 19 beberapa perairan penting di indonesia di hantui oleh perompak" yang di lakukan para Canga ( Bajak Laut) aksi" para Canga (Bajak Laut) ini sangat memusingkan pemerintah kolonial Belanda dan angkatan lautnya, perairan yang menjadi sasaran operasi bajak laut antara lain Manado, Sulawesi Tenggara, pantai Timur Sulawesi, Nusa Tenggara, pantai Utara Jawa Timur, serta Maluku. Sampai paruh pertama Abad ini.
Proses perjuangan Canga (bajak laut) togale yang mampu menempuh hingga di wilaya laut mindano Filipin dengan misi membajak kapal asing yang beroperasi di wilayah laut indonesia dan seluruh harta karungnya di rampok untuk menjadi hasil dalam pertarungan canga (bajak laut).
Adnan Amal juga menarik benang merah yang Akhir dari sebuah pergerakan dan ekspansi Canga (Bajak Laut) Togale bahwa pada tahun 1874-Sampai 1878 bahwan Ada seorang keturunan Arab (Said Muhammad) yang bermukim di Makian, Beliau mengorganisasi Sebua badan anti bajak laut yang beranggota 125 orang, kelompok ini mengejar dan menangkap para Canga (Bajak Laut) yang di temukannya. Pada tahun pertama setelah setelah badan ini berdiri, Said Muhammad dan anak buahnya berhasil menangkap 140 Bajak Laut (Canga) Tobelo dan Galela, dan lansung di giring Ke Ternate.
Keberhasilan kelompok Said Muhammad turut berperansertakan dalam mengurangi aksi" Perompak, terutama di kepulauan Bacan dan Sanana Taliabu. Di samping itu, Sultan dan Residen Ternate mengeluarkan peraturan bersama yang mewajibkan semua perahu orang Tobelo dan Galela memiliki pasjalan apabila hendak berlahar. Perahu yang tidak memiliki pas jalan di anggap sebagai perahu Canga (Bajak Laut),
Adapun yang menjadi lemahnya pergerakan Canga (Bajak Laut) ialah Pada akhir Abad ke 19, Gangguan gerakan Canga (Bajak Laut) yang di lakukan orang Tobelo dan Galela berkurang secara drastis kemudian berakhir.
Menurut Van Fraassen, berakhirnya aksi perompakan ini secara alami di karenakan mulai berkembangnya pelayaran kapal-kapal laut (Kapal Uap).
Sehingga para kelompok Canga (Bajak Laut) Tobelo dan Galela kembali ke tana asalnya dan membawa hasil dari pembajak (Harta Karung) namun sebagian Anggota Canga (Bajak Laut) Tobelo dan Galela mereka mendiami di pulau-pulau kosong seperti Bacan, Ambom Seram Timur dan Sanana dan hingga saat ini tradisi bahasa dan lain sebagainya masi di pertahankan hingga saat ini.
Sehingga masyarakat Tobelo dan Galela kususnya di wilayah pesisir pantai kembali beraktivitas seperti semula yaitu Nelayan untuk melengkapi kebutuhan ekonomi dalam keseharian.
Secara umum Nelayan adalah Sala satu Budaya Asli Indonesia, yang di wariskan oleh para nenek moyang dan hingga saat ini masi di pertahankan.
Puisi tentang Canga
Riuh rendah ia mengankut berjalan beriring seperti semut rupanya bagaikan setan mengerbang rambut tubuhnya hitam memakai kancut

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cerita Singkat Suku Togale"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Bijak.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel