Sejarah Kerajaan Gapi Tara No Ate atau Ternate







Kerajaan Gapi 

Lahirnya Kerajaan Ternate

Sebelum tahun 1250 para penentang Ratu Jailolo yang menguasai hampir seluruh atau tanah besar telah melakukan eksodus pulau - pulau Ternate, Tidore, Moti dan Mare, yang terletak di bagian barat tanah besar. eksodus ini di lakukan untuk menghindari konflik berkepanjangan dengan Kolano Jailolo yang otoriter dan tiranik. Dapat dikatakan bahwa yang melakukan eksodus itu para oposan, penentang dan pembangkang politik.

Rombongan pertama 

Tiba di Ternate pada tahun tersebut di atas mendirikan tempat pemukiman di puncak gunung Gamalama. Pemilihan lokasi pemukiman di puncak gunung di maksudkan untuk menghindari Kerajaan pasukan Jailolo.
Para pengungsi politik itu lalu membangun sebuah komunitas yang dalam sejarah lokal di kenal dengan nama Tubona, di pimpin seorang Momole. Tubona adalah komunitas pelopor dan paling tua dengan Momole pertamanya bernama Guna. inilah masa pemerintahan yang di kenal sebagai era Momole dan merupakan masa pra - Kolano.
Sementara itu eksodus orang - orang dari Halmahera atau Jailolo makin bertambah yang berujung pada lahirnya pemukiman Foramadiahi dan Sampalu, masing - masing di pimpin oleh Ciko (dibaca Siko) dan Mole ma Titi. Foramadiahi terletak 3 kilo meter dari pantai, sementara Sampalu di dirikan di tepi pantai.
Pendirian komunitas di tepi pantai (Sampalu), dan 1 komunitas lagi tidak jauh dari pantai (Foramadiahi) memberi indikasi bahwa Kolano Jailolo yang tiran atau otoriter itu makin lemah, sebab makin banyak rakyat yang mengikuti jejak pendahulu mereka dengan melakukan pengungsian ke pulau - pulau seperti Tidore, Makian, Moti, dan Mare. Pada gilirannya, rakyat pembangkang tersebut, khususnya Ternate, akan melakukan upaya untuk menyerang dan menaklukan Jailolo.

Atas prakarsa Momole Guna dari Tubona

Di selenggarakanlah sebuah musyawarah di pemukiman Foramadiahi pada 1257. musyawarah ini merupakan langkah awal yang sangat penting utnuk mempersatukan rakyat ke tiga komunitas yang senasib dan sepenanggungan. Inilah rembukan pertama dalam sejarah Ternate yang di langsungkan untuk membahas dan mengambil keputusan yang akanmenentukan masa depan Ternate. Musyawarah telah memilih Ciko, Momole Foramadiahi, sebagai pemimpin tertinggi ke tiga komunitas itu.
Ciko di beri tugas menggalang persatuan dan kesatuan di antara mereka. ke tiga komunitas itu berjanji akan bahu - membahu dengan Ciko untuk perbaikan nasib mereka dan patuh kepada pemimpin formal yang baru tersebut. setelah menerima kewenangan dan menjadi pemimpin, beberapa waktu kemudian Ciko mendeklarasikan status dirinya berubah dari Momole menjadi kolano.

Sebuah Catatan perlu di kemukakan: 

Mengapa rakyat Ternate yang eksodus dari Jailolo karena tidak menyetujui praktek - praktek pemerintahan monarki, hanya beberapa tahun kemudian kembali menerima sebuah pemerintahan serupa, bahkan menerima secara an blok deklarasi Ciko yang mengubah status Momole menjadi Kolano atau Raja?
Tidak mustahil bahwa Ciko mungkin telah memberikan komitmen bahwa kepemimpinannya akan jauh berbeda dari Kolano Jailolo dengan segala bentuk pemerintahannya yang otoriter. lagi pula, dengan mendeklarasikan diri sebagai Kolano, Ciko menetapkan dirinya sejajar dengan Kolano Jailolo. Setelah menjadi Kolano, Ciko mengubah namanya menjadi Masyhur Malamo atau Masyhur yang Agung, dan dengan demikian lahirlah Kerajaan Ternate seperti yang di kenal dalam sejarah Maluku.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sejarah Kerajaan Gapi Tara No Ate atau Ternate"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Bijak.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel